Pengemis Tua

Engkau berjalandengan tubuh renta

Tak kenal panas, tak kenal hujan

Tak kenal hujatan

Bahkan tak kenal cacian

 

Engkau dating dari pintu ke pintu

Demi mendapat sesuap nasi

Kadang seucap kata melukai hatimu

Kesabaran yang ada dalam hati

 

Kesabaran dan ketabahan kunci hidupmu

Terkadang sebuah tindakan melukaimu

Demi menopang hidupmu

Kau relakan semua, bagai angin terhembus

Oh Tuhan…

Seakan dunia ini tak adil

Mereka yang duduk di kursi singgasana

Hanya keangkuhan yang menyelimuti diri

 

 

Oh Tuhanku…..

Kapan semua ini akan berlalu

Kata itulah yang terucap olehmu

Sebuah kehidupan serasa tak adil bagimu

S’ mua itu hanya sejenak bayangan

Berusaha dan terus berusaha

 

About rahmadieta

aku baik
This entry was posted in puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s