Sahabatku

Waktu aku masih duduk dibangku SMP, sejak kelas 2 aku mempunyai seorang sahabat dia bernama ida. Jarak rumah kita lumayan dekat, aku berada di gang 2 dan dia berada di gang 4. Dia anaknya pandai sekali, kita kalau pergi kemana – mana naik sepeda. Kadang kita boncengan , kadang juga naik sepeda sendiri – sendiri. Kalau ada masalah atau apa, kami sering sama – sama bercerita. Akhirnya waktunya kelulusan SMP, kamipun juga daftar bareng. Tapi kita diterima disekolah yang berbeda. Meskipun kita tidak satu sekpolahan, kalau  sabtu sore aku sering bermain kerumahnya, sebaliknya dia juga seperti itu. Pada waktu hari mingggu pasti kita maen sepeda- sepedaan, atau kita pergi kepantai melihat pemandangan laut. Alhamdulillah persahabatan kami masih langgeng. Waktu kelulusan SMA, dia nilainya bagus. Aku kalah lagi, aku melanjutkan untuk kuliah sedangkan temanku memutuskan untuk bekerja. Dia juga belum dapat pekerjaan, dia membantu orang tunya brjualan diwarung. Dia tidak bisa melanjutkan kuliah karena kondisi ekonomi. Aku bersyukur, alhamdullilah aku diterima di Universitas yang ada di solo. walaupun temanku tidak kuliah, dengan berjalannya waktu, alhamdulillah dia dikursuskan kampuer di daerah kami. Waktu itu aku juga khawatir apa persahabatku bisa berjalan langgeng??karena jarak  yang memisahkan kita, kita juga jarang sekali bertemu. Tapi kita masih komunikasi lewat hp. Kalau aku pulang aku sempatkan untuk bermain kerumahnya, dan menceritakan pengalaman masising – masing. Suatu ketika dia praktek kerja lapangan(magang) di sebuah bank.

Karena dia sering membantu orang tuanya di warung, dia juga kenal sama orang – orang yang sering jajan ditempatnya. Sampai akhirnya ada salah satu seorang cowok yang suka sama dia, dia menjalani hubungan (pacaran ) sama cowok itu. Baru pacaran kurang lebih 3 bulan, tiba- tiba si cowok itu bilang” untuk menikah” . Tapi temenku tidak mau untuk menikah dulu, karena belum siap lahir dan batin. Sementara pekerjaan juga belum mapan. Temanku juga sudah bilang sama kedua orang tuannya dan kakaknya, mereka bilang jangan buru – buru untuk menikah. Kayaknya temanku itu memikirkan terus – menerus, selain itu dia juga memikirkan masalah – masalah yang  sedang dialami oleh kedua orang tuanya. Sampai akhinya pikiran dia kosong. Waktu magang dia juga gak seperti biasanya. Akhirnya kedua orang tuanya minta maaf pada kepala bank dan memutuskan untuk pulang. Suatu ketika dia berliburan di semarang dirumah neneknya untuk refresing, orang tuanya berharap dia bisa ceria. Tapi setelah disana  pikiran dia itu selalu kosong. Dan akhirnya dia dimasukin oleh beberapa makhluh halus (jin) yang kuat banget ilmunya. Waktu dia sudah pulang kerumah, dia yang dikenal ceria, tiba – tiba semua berubah. Setiap kali ngomong, dia memakai bahasa Indonesia, dia juga sering merenung. Orang tuanya bingung, kemudiian dia dicarikan seorang kyai, dan kyai itu bilang kalau anaknya dimasukin mahluk halus, ada 3 makhluk halus yang ada didalam tubuhnya dan makhluk halus itu ilmunya cukup kuat banget. Keluarganya kaget mendengar kata – kata dari pak kyai itu tadi. Satu minggu 3x pak kyai itu datang mengobati temanku. Tapi belum ada juga hasilnya, dan kyai itu berkata yang bisa membantu dia balik seperti dulu lagi (memulihkan) adalah sahabat dan pacarnya.

Suatu hari waktu aku masih di solo, ibunya datang kerumah dan menceritakan pada orang tuaku, dan berpesan agar kalau aku pulang disempatkan maen kerumahnya. Waktu aku dapat kabar lewat sms dari ibu, aku kaget kok bisa terjadi pada temanku dan aku tidak percaya mendengar berita itu. Waktu sudah libur, aku memutuskan untuk  pulang kerumah dan kedua orang tuaku menceritakan semuanya padaku, aku juga tetap saja masih tidak percaya. Waktu lungku ada, aku sempatkan untuk maen kerumahnya. Dan ternyata benar, dia bicara pakai bahasa Indonesia, lebih parahnya lagi dia diam saja melihatku, dia bertanya pada ku, aku itu siapa??aku terkejut, ibunya berusaha untuk memberitahu dia bahwa aku sahabatnya yang selalu pergi kemana – mana(main )selalu bersama. Dia hanya diam saja sambil memandangiku. Ibunya menyuruh dia untuk menulis nama lengkapku  dikertas. Aku heran dan terkejut sama dia ,Alhamdulillah dengan kondisi dia seperti itu, dia masih ingat nama lengkapku, tapi dia menulisnya tidak rapi, dia menulis seperti anak SD yang tulisannya naik turun. Aku mencoba untuk komunikasi sama dia, tapi juga sulit. Lama aku maen dirumahnya, aku memutuskan untuk pulang kerumah, ibunya juga berpesan kepadaku, kalau pulang disempatkan untuk maen kerumahnya. Waktu terus berjalan, ibunya juga sudah mengobati dia kemana – mana. Tapi belum juga ada hasilnya. Setiap kali aku pulang, aku menyempatkan untuk maen kerumah dia, dia melihatku hanya tersenyum. Dan Alhamdulillah suatu ketika aku kerumahnya lagi, aku tanya sama dia, “ da siapa namaku?? Dia bisa menjawab. Aku senang sekali sudah ada perubahan sedikit, tapi kalau dia tidak ku tanya, dia hanya diam saja..

Aku sekarang tidak pernah komunikasi lagi, karena aku sering ganti nomor. Begitupun juga kakaknya. Aku berharap semoga semunya bisa kembali seperti dulu, dia cepat sembuh dan kita bisa bermain lagi, aku ingin sekali bercerita pengalamku dengannya. Besuk rencananya aku pulang kerumah, semoga tugasku cepat selesai dan aku ingin sekali bermain kerumahnya. Aku ingin melihat dia, semoga sudah ada perubahan yang cukup pesat. Amien,, Aku merindukan masa kita dulu.

 

 

 

About rahmadieta

aku baik
This entry was posted in cerpen. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s