Kehilangan hp

Kejadian ini sudah lama banget, kira – kira sudah 1 tahun yang lalu .. Hp a sering eror, Aku bilang sama ibuku  tapi katanya aku mau dibelikan lagi Hp baru. Waktu aku dah sampai dirumha, aku gak berani bilang sama ibuku, lo aku pgen ganti hp. Suatu saat aku ngbrol sama ibuku tentang hp. Ibu Cuma bilang mana uangnya??tapi aku diam karena uangku baru sedikit. Keesokan harinya , Waktu itu sekitar jam 13.30 ibu menelfonku  ibu berkata “ ibu jemput di conter laut bonang tak tunggu disana. Aku terkejut, Dan ibu berkata kalau aku mau dibelikan hp baru..Sesampai ditempatnya Ibu berkata milih yang mana?? Tapi jangan yang mahal – mahal ya??Hp dengan merek yang baanyak banget, aku bingung untuk memilih. Akhirnya dapat hp cina, aku senag sekali sampai dirumah hp habis tak ces tak buat mainan. Hari telah terlewati. Aku balik solo, Alhamdulillah aman. Pada waktu liburan aku pulang kerumah. Libur sudah habis aku kembali kesolo. Pada waktu itu hari senin, aku rencana balik kesolo , tapi perasaanku tidak enak, dalam hatiku tiba – tiba berkata” dit, gak usah balik sekarang, baliknya besuk saja” tapi perasaan itu tidak aku hiraukan. Mau gak balik gimana, karena hari selasa ada tugas yang harus dikumpulkan, sementara aku juga belum mengerjakan. Akhirnya aku balik ke solo, aku sendirian baliknya. Seperti biasa aku lewat Pati – purwodadi. Pada waktu aku turun diterminal pati dan ganti bus jurusan purwodadi awalnya tidak ada apa – apa. Aku duduk sendirian< sebelahku tidak ada orang. Tapi sampai pertengahan perjalanan tiba – tiba ada bapak – bapak setengah tua cerita banyak banget, tentang kehidupan dia, tentang agama. Aku dinasehati Cuma bilang ya. Aku sebel banget karena Bapak itu cerita ke aku mepet – mepet n tempat dudukku jadi sempit. Tapi aku heran Bapak itu me nasehati tentang agama kok tiba – tiba ujungnya minta nomor telefon. Dia membacakan nomor telfonnya n aku disuruh mencatat tapi aku hanya bilang ya. Habis itu dia tanya sama aku, nomor hpnya berapa?aku jawab gak punya pak. Dia berkata jangan bohong ma orang tua berdosa lho!! Ntar kalau tidak punya hp beneran lho!! Masak anak kuliahan gak unya hp..Q jawab “ya pak gak punya” dan dia bertanya lagi “Lha orang tua pa teman kalau telfon nanyain tugas gimana?? Aku Cuma jawab “ya aku pinjam teman nanti pulsanya saya ganti”.  Dalam hatiku aku juga takut karena aku dah berdosa. Aku gak mau memberikan nomorku kepada orang yang gak aku kenal. Aku berharap bapak itu segera turun, tapi tetap saja tidak turun juga. Aku sebel banget , aku bersabar dan berharap semoga aku cepat ganti bus. Sampai akhirnya nyampe alun –alun purwodadi, aku cepat – cepat maju kedepan mendekati kernetnya. Alhamdulillah akhirnya ganti bus juga, temen – temen sms n ibuk juga..Aku balas sms mrka tapi aku sms sambil aku tutupi tas. Awalnya sebelah tempat temat dudukku kosong, sampai setengah perjalanan ada seorang cowok disebelahku. Aku tidak curiga sama dia, karena dia smsan hpnya dikeluarkan dan hpnya dia juga bagus. Tapi aku tetap saja balas sms dengan aku tutupin tas ranselku. Di bus itu bagian depan juga ada cowok – cowok, tapi aku juga tidak curig.  Akhirnya sampai di Solo juga pada waktu itu aku turun dijembatan tidak masuk terminal tirtonadi, karena kalau menunggu diterminal lama banget, akhirnya aku memutuskan untuk turun dijembatan. Hp tak taruh disaku depan dan aku tutupi pakai tas, sebelahku berdiri, tak kirain dia juga mau turun keluar. Tapi ternyata dia mempersilahkanku untuk lewat.  Ya sudah aku lewat, aku maju kedepan. Aku juga tidak curiga sama sekali dengan orang yang disebelahku. Sampai dikursi paling depan aku akan turun depanku ada seorang kakek jalannya lama, dengan sabar ak menunggu. Aku tahu dibelakangku ada cowok membawa jaket, aku juga tidak curiga. Waktu aku mau melangkah turun dari bus, aku kaya dihipnotis, dia dempet – dempet. Akhirnya aku turun, pada waktu aku baru ja menginjakkan kakaiku , aku pegang celana. Aku terkejut kok hpu tidak ada, aku langsung memegang sakuku. Aku shok, aku masih ingat benar kalau hpku tadi ada di saku. Aku langsung mengejar bus yang aku naiki tadi aku tidak perduli padahal banyak sekali kendaraan yang melintas. Aku naik langsung aku bilang sama kondekturnya “ pak hp saya tidak ada’. Kondekturnya diam saja, aku langsung melihat tempat dudukku tadi, ternyata hpku juga tidak ada dikursi. Aku langsung panik, orang yang disebelahku tadi juga tidak ada dan lebih parahnya semua cowok yang didepan tadi juga tidak ada. Tapi masih ada 1 orang cowok sama ceweknya, dan aku ditanyaen. Terus ma situ bilang “mb kayaknya diambil yang kaos merah tadi, duduknya dibelakang saya. Aku semakin shok, sampai diterminal aku dikerumuni banyak orang, aku ditemui oleh seorang polisi. Dia mengajakku ke pos dan aku dibuatkan surat keterangan kehilangan, tanpa memperhatikan sekitarku, aku langsung menagis. Aku tambah shok lagi karena polisinya tidak bias membantu mencarikan. Dengan berlinangan air mata, aku pinjam hp sama pak polisi tadi, nomorku tak miscol sudah tidak aktif. Aku semakin shok. Aku merasa berdos dan bersalah karena aku telah menghilangkan hp, padahal belum ada satu bulan. Aku mengusap air mataku dan aku berjalan sampai ditempat pemberhentian bus(tempat ngetem bus) aku duduk dikursi. Ada petugas angkutan yang memakai seragam duduk disebelahku, tiba – tiba aku nangis ingat kejadian itu. Kemudian petugas itu tanya, aku ceritakan semuanya. Bapaknya(petugas) itu bilang” mb kalau turun jangan dijembatan, masuk terminal saja karena copet itu turunnya dijembatan, dia tidak berani masuk terminal.

Petugas itu sungguh baik hati, aku dicarikan bus n petugas itu bilang sama kondekturnya”kalau aku tidak usah ditarik bayar karena baru saja kehilangan hp”. Sopir bus itu juga bilang ke aku kalau menaru tas didepan mb, aku jawab “ sudah pak”. Air mataku terus mengalir tapi aku berusaha untuk menahan. Sampai dikos, aku langsung menangis, aku cerita sama mb kos dan aku minta pulsanya untuk sms ibu dan cowokku. IBu bilang yaudah gak pa – pa yang penting kamu gak disakiti sama copete. IBu berkata “ perasaan ibu tadi udah gak enak waktu disekolahan, terus kamu tak hubungi juga gak bisa, ibu takut kamu kenapa – napa, mungkin ibu juga kurang bersedekah, Udah gak papa jangan nangis. Ibuku menghibur aku tapi aku tetap saja menyesali semua itu. Cowokku juga bilang “ kalau rezekimu pasti akan kembali, kalu tidak berarti bukan rezekimu, sekarang lebih hati – hati ya,,udah gak usah ditangisi, percuma ditangisi. Sekarang aku trauma kalau lewat Purwodadi, karena kejadian itu masih mengingatkan aku, Kalau tidak kepepet aku lebih memilih lewat semarang kalau pulang, itu juga harus hati – hati. Dengan semua kejadian itu aku mengambil hikmahnya untuk lebih berhati – hati.

About rahmadieta

aku baik
This entry was posted in cerpen and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s