kecelakaan yang ku alami

Waktu itu aku duduk dibangku SMA kelas 1, Setiap mendekati 17 agustus pasti mengadakan lomba PKS (Polosi Keamanan Sekolah) antar sekolah, khususnya untuk pelajar SMP dan SMA didaerahku. Setiap diadakan lomba pasti sekolahku ikut lomba tersebut. Karena disekolah ada ekstrakulikuler PKS dan aku mengikuti ekstrakulikuler itu, aku ditunjuk salah satu guruku yang menangani ekstrakulikuler tersebut untuk mengikuti lomba, teman – temanku juga banyak yang ikut untuk mewakili sekolah kami. Aku senang sekali, waktu aku ditunjuk guruku untuk mewakili sekolah. Kami berlatih dengan sungguh – sungguh. Setiap jam pelajaran, kita disuruh untuk latihan, otomatis kita ketinggalan pelajaran. Alhamdulillah disaat kami akan berlatih, guru – guru yang bersangkutan (mengajar) dikelas kami mempersilahkan kami untuk berlatih. Setiap Sore kami disuruh kumpul disekolahan untuk berlatih. Untuk lomba ada bagiannya masing – masing, waktu itu aku kebagian PBB (baris – berbaris) dengan anggota sebanyak kurang lebih 20 orang. Aku kebagian baris paling depan, sebelah kiri karena barisnya diurutkan dari tinggi ke pendek dari sebelah kanan ke kiri. Waktu itu hari sabtu, sekolah libur tapi kita disuruh kumpul disekolahan jam 15.30 untuk melakukan latihan. Sekitar pukul 12.30 kepalaku pusing, dan perasaanku tidak enak. Tiba pukul 15.10 kupaksakan untuk berangkat bersama temanku, yang rumahnya tidak jauh dari rumahku. Seperti biasa aku berangkat naik sepeda motor. Waktu aku sudah sampai disekolahan dan mengikuti latihan perasaan kekhawatiranku sudah hilang. Latihan sudah selesai tiba pukul 17.15, latihan sudah selesai. Aku pulang bersama temanku, Aku berboncengan dengan dia. Gak tahu kenapa tiba – tiba waktu sesudah tanjakan aku dan temanku jatuh, akhirnya gantian temanku yang boncengin aku, dan aku mengntar dia pulang dulu. Sesudah itu aku laangsung pulang membawa motorku sendiri, sampai diperempatan dekat rumahku, waktu aku akan belok kiri, tiba – tiba ada mobil yang mengendarainya kencang banget dan aku disrempet, aku langsung jatuh diselokan. Untung aja selokan itu tidak ada airnya. Tetanggaku yang melihatku jatuh langsung menolongku, motorku rusak parah banget. Waktu aku jatuh, yang buat tumpuan badanku adalah tangan kiriku. Aku tidak terluka sedikitpun bagian luar, Tapi waktu akuberdiri, tiba – tiba berat banget tangan kiriku. Tapi aku heran babget, kenapa waktu aku jatuh, orang yang menyerempetku tadi tidak turun dari mobil, dia tetap didalam mobl lama banget. Tapi akhirnya dia keluar juga. Dan lebih parahnya dia turun dari mobil tidak melihat kondisiku seperti apa, eh malah dia melihat kerusakan motorku seberapa..

Setiba dirumah, aku bilang sama kedua orang tuaku kalau tanganku sakit. Ibuku memberikan minyak tawon ditanganku, dan tanganku ku gendong pakai selendang. Orang yang menyerempet tadi tidak bertanggungjawab, padahal dia orang terpandang didesaku, jarak rumahnya dengan rumahku juga tidak jauh. Dia sama sekali tidak berinisiatif untuk memeriksakan aku. Akhirnya ibuku telfon meminta untuk memijatkan, akhirnya dia mau mengantar. Tukang pijetnya bilang kalau engsel ditangku mlengse(posisinya tidak seperti semula). Waktu dipijit rasanya sakit banget, dan ku menangis. Anehnya juga orang itu juga Cuma satu kali itu saja mengantarku pijat dan dia juga tidak memperbaiki motorku. Orangtuaku hanya bilang yaudah biarain saja, emang orangnya kaya gitu. Waktu sesudah dipijat, aku dan ibuku diantar pulang kerumah. Tapi pada waktu aku akan tidur, aku kesakitan. Aku nangis terus – menerus sambil mengendong tanganku, aku tidak bisa tidur sampai pagi. Rasanya ngantuk banget tapi aku merasakan sakit yang luar biasa. Kedua orangtuaku bilang kepadaku, kalau besuk aku akan diperiksakan ke dokter. Tepat pukul  07.30, aku diperiksakan ke dokter, dokter bilang suruh bawa aku ke rumahsakit. Akhirnya kedua orangtuaku membawaku kerumahsakit, disana aku diperiksa dan dironsen, teryata hasil ronsen itu “tangan kiriku engselnya berubah tempat”. Pihak rumahsakit menyuruh dirujuk saja ke dokter pati yang ahli. Keesokan harinya, aku bersama keluargaku pergi ke pati, setiba disana aku diperiksa dan dokter memvonis aku untuk dioperasi. Aku langsung lemas, dalam hatiku bertanya kenapa sampai dioperasi segala. Ibuku bilang pada dokternya, kalau hal ini mau dibicarakan dulu, dan karena 2 hari lagi aku ada mid disekolah, jadi dokter menyuruh untuk kembali priksa 2 minggu lagi. Dan ingin melihat hasilnya apakah ada perubahan atau tidak. Dokter menggiv tanganku, jadi tanganku bentuknya siku – siku dan tiap hari digendong terus, kaku banget rasanya. Sesudah selesai kami pulang, sampai dirumah hal itu dibicarakan (dirundin gkan) bersama asaudara – saudaraku. Karena aku takut banget sama yang namanya operasi. Orang tuaku memilih alternative lain yaitu pijat.. Ahirya aku dipijat, Aku juga sedih tidak bisa mengikuti lomba PKS, Akhirnya diganti dengan orang lain. Aku malu banget, kesekolahpun dengan tangan gendongan, tapi mau gimana lagi. Hari berganti hari aku lalui, sudah 2 minggu  akhirnya periksa lagi, waktu aku berangkat dari rumah aku berdoa ”semoga dokternya tidak menyuruhku untuk operasi”. Tapi kenyataannya lain, dokter mengatakan kalau aku harus dioperasi. Aku langsung masuk kedalam mobil, aku shok banget dan aku menangis terus. Sampai aku ditanya oleh ibu, aku hanya diam saja. Teman – teman dari orang tuaku pada menjenguk aku. Salah satu temannya ada yang bilang kalau coba dipijatkan di daerah bencili(nama desa didaerahku). Akhirnya aku dipijatkan disana, Tukang pijat itu bilang kalau tanganku ada yang retak, urat – uratnya juga ada yang kejepit, dan engselnya mlengse(berubah posisi) dikit. Setiap satu minggu 2x aku rutin dipijat. Dan alhamdullilah sembuh. Aku tidak boleh mengangkat yang berat – berat, jadi aku membantu ibuku didapur hanya yang ringan – ringan saja. Dulu pernah aku mencoba mengangkat ember, tanganku langsung sakit. Tapi aku biasakan sedikit demi sedikit. Aku juga tidak mau kalau begini terus. Akhirnya bisa. Walaupun sembuhnya tidak 100 persen aku tetap bersyukur, soalnya masih banyak yang lebih parah dari aku. Sampai sekarangpun kalau aku teringat kejadian ini, aku langsung nangis. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya, Jadi sekarang aku juga harus berhati – hati waktu mengendarai motor. Orangtuaku juga berpesan lebih baik mengalah waktu dijalan dan jangan lupa setiap mengendarai motor selalu berdoa..

About rahmadieta

aku baik
This entry was posted in cerpen and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s